Sentuh-Sentuh, Mana yang Aman, Mana yang Petting?

 

Sentuh-Sentuh, Mana yang Aman, Mana yang Petting?
Ketika berdekatan dengan kekasih yang kita sayangi, keinginan untuk disentuh, dipeluk atau dicium memang biasa. Biasanya pula kita juga akan merasakan cukup senang dengan hal itu karena merasa disayang dan diperhatikan.

Seperti halnya mencium, menyentuh adalah salah satu cara untuk mengekspresikan rasa sayang kita kepada seseorang. Dengan menyentuh seseorang, kita bisa menunjukkan kepedulian kita, mengungkapkan rasa simpati yang berarti juga mengulurkan rasa kasih dan rasa sayang. Demikian ajaibnya fungsi sebuah sentuhan, sampai ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “sebuah sentuhan bisa punya berjuta makna lebih dibanding berjuta kata yang terucap”.

Namun apa jadinya bila kegiatan sentuh-menyentuh sudah sangat jauh sampai ke bagian-bagian paling rahasia dari tubuh wanita? Tentu saja artinya pun akan berbeda, artinya kita telah melakukan petting. Dan kita bisa saja terjebak dalam hubungan seksual yang penuh risiko. Kalau sudah begini apa yang seharusnya dilakukan?

Setiap orang punya bagian yang sensitif yang berbeda-beda di tubuhnya, namun setiap bagian tubuh kita bisa menjadi sangat sensitif bila disentuh oleh orang yang kita sayangi. Apapun bagian yang disentuhnya, tentu saja akan membuat Anda melayang entah ke langit mana dan tak mudah untuk melupakan ingatan tersebut.

Di dalam terminology seks, sentuh-menyentuh yang rada mendalam disebut petting. Kegiatan mencium, memeluk dan meraba bagian sensitif dari tubuh bisa dikategorikan sebagai petting.

Belakangan anak muda Indonesia seakan sudah terpengaruh dengan seks bebas. Meskipun jumlahnya mungkin tidaklah besar, namun umumnya ini seperti sudah lazim dilakukan remaja kota-kota besar. Hampir semua cewek yang terjebak melakukan hubungan seksual memulainya dengan petting. Biasanya mereka beranggapan bahwa dengan menyentuh dan membiarkan dirinya disentuh, hubungan yang terjalin di antara dia dan cowoknya akan menjadi semakin kuat. Padahal pada beberapa kasus, petting justru bisa jadi abusive.

Beberapa alasan juga dikemukakan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Tak sedikit pria yang melakukan petting hanya untuk kesenangan saja. Sementara di lain pihak ada wanita yang melakukan petting agar dirinya bisa diterima si pria sebagai kekasih.

Tentu saja bila alasan ini berlaku pada hubungan Anda, Anda tentu tak ingin diperlakukan sebagai obyek seperti itu. Kita harus punya rasa hormat pada diri sendiri dan itu artinya punya kemampuan menjaga diri dan bertanggung jawab pada setiap tindakan yang kita lakukan.

Lalu bagaimana caranya agar sentuhan-sentuhan yang kita lakukan tidak mengarah kehubungan seksual? Tentu saja jawabannya ada pada ketegasan diri Anda sendiri untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang bisa membawa kita kearah itu. Misalnya saja menghindari tempat-tempat sepi yang hanya dihuni oleh Anda berdua. Hal ini bisa saja menjadi pemicu pasangan Anda untuk melakukan hal yang macam-macam.

Hal lain, tentu saja keputusan tegas Anda untuk tidak terhanyut, dan langsung mengatakan tidak bila pasangan mengajak untuk hal-hal yang hanya sepatutnya dilakukan oleh mereka yang telah sah sebagai pasangan suami-isteri. (19/01)

Sumber: Disctarra.com




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: