Sex Addiction: Dari Masturbasi Sampai Voyeurism

 

Sex Addiction: Dari Masturbasi Sampai Voyeurism
Segala sesuatu yang baik jika dilakukan berlebihan akan menjadi buruk. Makan adalah hal yang baik bagi tubuh tapi akan menjadi penyakit jika kita makan berlebihan. Begitu juga dengan olahraga, mengonsumsi food supplement, dan seks.

Sex Addiction
Sexual addiction atau kecanduan seks adalah kondisi ketika gairah seksual yang normal menjadi bersifat obsesif sehingga menyebabkan Anda menjadi lepas kontrol.

Masalah kecanduan seks berada pada prosesnya, berbeda dengan kecanduan narkoba atau alkohol yang permasalahannya ada pada substansinya atau zatnya. Pada kecanduan proses, perasaan senang atau puas berasal dari pelepasan suatu zat kimia di otak bukan dari masuknya zat-zat kimia seperti kecanduan alkohol atau narkoba. Pada kecanduan seks, zat kimia yang dilepaskan oleh otak adalah phenylethylamine (PEA).

Kecanduan seks ini bisa berwujud penggunaan sarana pornografi (film, web site atau buku), masturbasi, selingkuh yang berulang-ulang, penggunaan jasa penjaja seks komersial (PSK), dan voyeurism. (gemar mengintip, bahasa medisnya: skopofilia).

Bahkan pada kasus-kasus yang ekstrim, kecanduan seks dapat meliputi pelecehan seksual, perkosaan, atau bahkan pembunuhan. Bentuk-bentuk ekspresi dari kecanduan seksual ini mempunyai kesamaan yaitu semuanya dilakukan secara diam-diam dan rahasia, dan si pecandu seks ini akhirnya menjadi ahli dalam menyembunyikan perilakunya bahkan pada keluarga terdekat sekalipun.

Apa Penyebabnya?
Tidak ada satu penyebab pasti dari kecanduan seks. Biasanya kecanduan seks disebabkan oleh banyak faktor dan akan bertambah parah seiring bertambahnya waktu. Misalnya, ada seorang pecandu seksual yang mengatakan bahwa salah satu penyebab ia menjadi seorang pecandu seks adalah karena ia terekspos oleh media pornografi sejak usia dini sehingga ia sering kali melarikan diri ke dunia fantasi dan bermasturbasi dibandingkan harus berinteraksi dengan lawan jenis dan menanggung risiko untuk ditolak.

Masih banyak hal lain yang mengakibatkan seseorang menjadi pecandu seks, misalnya pengalaman traumatis di masa kecil, seperti sexual atau physical abuse, trauma emosional, perasaan kecewa, atau hal-hal yang lain.

Kecanduan seks ini bersifat progresif. Jadi jika awalnya sinetron atau majalahmajatah dengan gambar sensual cukup untuk membuat Anda terangsang maka lama kelamaan Anda membutuhkan rangsangan yang lebih lagi. Gambar-gambar yang lebih eksplisit, video porno dan situs porno menjadi langkah berikutnya. Lama kelamaan stimulasi itu menjadi tidak berarti lagi sehingga Anda merasa harus mempraktikkan apa yang Anda lihat di video porno tersebut.

Langkah awal untuk mengatasi kecanduan seks adalah mencari bantuan profesional. Mengatasi masalah kecanduan seksual dimulai dengan mengakui bahwa Anda tidak dapat mengendalikan gairah seksual Anda. Mencapai tahap ini membutuhkan Anda untvk menganalisa diri Anda dan masalah-masalah emosi, fisik, dan finasial yang timbul akibat masalah kecanduan seks.

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah komitmen untuk melakukan abstinensi, memperbaiki hubungan dengan pasangan dan orang lain, mengatasi stres, dan hasrat yang tinggi untuk sembuh.

Jika saya menemui seorang profesional, apa yang akan ia lakukan? Kondisi lingkungan yang kondusif akan sangat membantu mempercepat kesembuhan seorang pecandu seks. Si pecandu akan diberi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri tanpa rasa takut akan tudingan atau pandangan negatif orang lain. la harus merasakan empati dan penghargaan dari si terapis.

Sumber: Majalah HealthToday




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: