Mitos Seks Pria Kulit Hitam: Lebih Hot dan Perkasa

 

Mitos Seks Pria Kulit Hitam: Lebih Hot dan Perkasa
Banyak mitos beredar di masyarakat yang dihubungkan dengan kemampuan seks pria. Gambaran pria perkasa versi mitos selain memiliki badan tinggi tegap, macho, biasanya juga… berkulit gelap. Benarkah pria berkulit hitam lebih hot dan perkasa?

Bicara tentang keperkasaan seks pria, tak bisa dipisahkan dari mitos yang beredar di masyarakat selama ini. Konon pria perkasa versi mitos, selain memiliki badan tinggi tegap, berpenampilan macho, biasanya juga… berkulit gelap! Nah, gambaran pria perkasa berkulit gelap ini kerap dihubungkan dengan pria-pria dari ras tertentu. Seperti pria dari Timur Tengah, Negro, atau Amerika Latin. Sementara di negeri kita kabarnya dimiliki oleh pria-pria dari daerah Indonesia bagian Timur. Mereka, para pria perkasa versi mitos ini, konon memiliki kemampuan seksual lebih dari rata-rata. Baik dalam hal frekuensi hubungan seks, daya tahan maupun ukuran organ intim. Sesungguhnya sejauh mana kebenaran mengenai mitos pria berkulit gelap ini?

SECARA FISIK PUNYA KELEBIHAN
Tak bisa dipungkiri mitos yang beredar di masyarakat selama ini tentang pria-pria Timur Tengah adalah mengenai kemampuan seks mereka yang konon berlebih. Mitos ini diperkuat dengan kisah-kisah para sultan di Timur Tengah yang memiliki banyak harem. Anekdot atau humor tentang seks pun selalu dikaitkan dengan ‘keistimewaan’ ukuran organ intim pria Arab. Belum lagi para TKW kita yang sering mengalami pelecehan seksual, diperkosa dan dihamili di tanah Arab. Semua itu, semakin menguatkan dugaan bahwa pria Arab memang hiperseks.

Menanggapi mitos ini, Dr. Moeslan Saradhawarni, Sp OG MARS mengatakan, tidak benar bahwa pria Arab itu hiperseks. Karena belum ada penelitian tentang ini. Kalau soal ukuran mungkin benar, karena secara fisik orang-orang Arab atau Timur Tengah itu punya kelebihan Biasanya tubuh mereka tinggi besar. Jadi tak heran kalau organ intim pria Arab atau Timur Tengah itu ukurannya lebih besar dan panjang dari ukuran normal. Nah, karena ‘besar’ dianggap pula memiliki nafsu besar serta potensi seks yang juga besar. Pokoknya hiper dalam soal seks. “Padahal belum tentu, kan? Kalau soal ukuran, mungkin ya. Karena itu tadi, secara fisik orang-orang Timur Tengah punya kelebihan,” tutur Dr Moeslan.

Namun ukuran organ intim pria yang besar pun tidak menjamin kepuasan bagi pihak wanita. Sebagai contoh, dokter yang praktik di Klinik Harmoni Keluarga ini menceritakan tentang dua kasus yang pernah ia tangani. Kasus pertama tentang seorang wanita yang selalu mengalami kesakitan saat berhubungan seks. “Ketika saya periksa perempuan itu, ternyata sama sekali nggak ada kelainan pada organ intimnya, semua normal. Tapi memang suaminya orang Lebanon yang termasuk ras Arab juga. Tentu besar kepunyaannya, kan. Nah, dengan kondisi seperti ini, si perempuan malah jadi kesakitan saat melakukan hubungan seks,” tuturnya.

Kasus lain, ada pasiennya seorang wanita Arab. Baru menikah 3 bulan, si wanita tidak mau lagi berhubungan seks dengan suaminya yang juga orang Arab. Soalnya si wanita itu mengalami kesakitan luar biasa saat melakukan hubungan seks. “Mungkin si pria kurang sabar, istri belum terangsang tapi sudah dipaksa,” komentar Dr Moeslan.

Jadi menurut Dr Moeslan, besarnya alat vital pria tidak menjamin bisa memberi kepuasan pada wanita, malah justru bisa menjadi malapetaka. Kepuasan hubungan seks tergantung pada proses sebelum melakukan hubungan seks, dan teknik saat melakukannya.

SUPERIORITAS PRIA KULIT HITAM
Hampir sama dengan stereotip pria Arab adalah pria-pria kulit hitam Amerika atau Negro. Mitos superioritas prilaku seksual pria Negro ini diperkuat dengan banyaknya film-film ‘biru’ yang dibintangi oleh aktor-aktor Negro. Juga fakta kehebatan ras ini di dunia sport khususnya basket, tinju dan atletik. Siapa yang tidak kenal dengan nama Michael Jordan, Mike Tyson, Ben Johnson, Maurice Greene atau Leroy Burrell? Mereka adalah para olahragawan dan atlet kelas dunia. Kehebatan mereka di lapangan olahraga, bagai memberi gambaran pula bagaimana primanya stamina pria kulit hitam ini di atas ranjang.

Tapi bukan cuma di kalangan olahragawan, aktor dan penyanyi pria kulit hitam pun kerap dipuja banyak wanita sebagai pria seksi. Aktor Denzel Washington, misalnya, dijuluki sebagai ‘Pria Paling Seksi Sepanjang Masa’ oleh majalah People. Julukan itu memang tidak hanya diberikan kepada aktor kelahiran Mount Veron, New York, 28 Desember 1954 ini, tapi juga kepada Brad Pitt dan Tom Cruise. Namun tak bisa dipungkiri, banyak wanita yang kesengsem dengan keseksian Denzel Washington yang pernah mendapat penghargaan sebagai aktor terbaik versi Golden Globe serta nominasi Oscar.

Dari kalangan penyanyi kulit hitam, para penggemar Usher begitu memuja pria tampan dan flamboyan ini sebagai pria paling seksi. Bukan cuma seksi, majalah People juga menjulukinya sebagai Bintang Paling Bergaya. “Soalnya dia membawa gaya baru lewai dandanannya yang glamour dan juga kaca-matanya yang khas,” ujar Susan Kaufman dari majalah People.

Seksi dan gaya, itulah mungkin pujian yang bisa diberikan pada penampilan Usher, penyanyi R&B berkulit hitam ini. Selain Usher, penyanyi pria paling seksi kerap pula dijuluki pada Enrique Iglesias si tampan yang berdarah Latin itu.

“Awalnya saya suka Ricky Martin namun setelah Enrique Iglesias muncul, saya lebih ngefans sama Enrique. Soalnya dia punya tampang lebih hot dan lebih seksi,” ujar Nita, seorang professional muda yang ditemui SARTIKA di sebuah cafe dibilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Sebenarnya sejauh mana superioritas prilaku seksual pria-pria kulit hitam atau Latin itu? Menanggapi hal ini, Dr Naek L Tobing, Seksolog yang banyak mengasuh rubrik konsultasi seks di berbagai media ini mengatakan, meski belum ada penelitian tentang masalah ini, ia menduga bisa jadi pria Negro memang unggul dalam urusan yang satu itu. Tapi itu berlaku untuk Negro Amerika, bukan Negro secara umum. Kesimpulan itu ia ambil berdasarkan pada pengalaman sejarah bagaimana kaum kulit hitam itu bisa sampai ke Amerika. Mereka adalah Negro-negro yang telah terseleksi dan teruji kekuatannya. Ini terkait dengan sejarah sistem perbudakan di Amerika. Para tuan-tuan tanah jelas mencari pria-pria Negro yang tangguh. Dan kerasnya sistem kerja para budak dengan sendirinya membuat seleksi alamiah. Siapa yang kuat, dia yang bisa bertahan hidup. Wajar jika kini mereka merajai dunia olah raga yang mengandalkan fisik. Dan antara kekuatan fisik dengan kemampuan seks ada hubungan erat.

Selain dipengaruhi bakat, menurut Naek, kemampuan seks juga bisa terbentuk dari sikap seseorang. Pikiran tenang, dan perasaan mencintai seks akan membuat seorang pria bisa memaksimalkan kemampuannya. Kalau seseorang mencintai seks tentunya ia akan mencurahkan usaha untuk seksnya. Naek mencontohkan, ada seorang pria usia 40 tahun yang sudah enam bulan tidak bisa berhubungan badan tapi tenang-tenang saja. Namun ada juga pria 60 tahun yang tiga minggu tidak bisa melakukan aktivitas seks langsung memeriksakan diri ke dokter “Cintai seks, maka bisa perkasa!” tegas Naek. Itu pula yang dilakukan pria-pria Negro Amerika. Mereka memulai aktivitas seksual lebih dini dari pemuda pemuda kulit putih, sehingga kecintaan mereka kepada seks tertanam lebih awal dari ras lainnya.

Sumber: Majalah Sartika




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: