Kenapa tak ejakulasi?

 

Kenapa tak ejakulasi?
Gangguan orgasme pada pria yang kerap kali disebut-sebut sebagai ejakulasi lambat oleh para ahli dan pakar seks, terjadi jika seorang pria yang telah berhubungan seks cukup lama tetapi secara kronis mengalami kesulitan mencapai orgasme. Sebagian besar pria jika kelelahan, depresi, mabuk, atau alasan lainnya, kadang-kadang tidak mampu atau susah mencapai orgasme.

Gangguan tersebut banyak sekali sumbernya, dan dapat melalui beberapa cara. Di antaranya adalah seorang pria mungkin mampu berejakulasi selama ia melakukan oral seks, atau selama penisnya tidak diinsersikan ke dalam vagina; atau hanya selama ia melakukan masturbasi; ataupun setelah ia melakukan hubungan seks yang cukup lama yang melelahkan dan melecetkan pasangannya. Pada kasus yang parah, ia mungkin tidak pernah mengalami mimpi basah – apalagi ejakulasi.

Ejakulasi lambat ini juga bisa disebabkan oleh kondisi fisik, seperti seseorang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat antidepresi atau prozac, ataupun menderita penyakit diabetes. Masalah ini juga bisa berasal dari faktor emosional, psikologis atau menderita depresi berat. Misalnya depresi, seorang pria mungkin memiliki perasaan bersalah terhadap seks atau memiliki perasaan ambivalensi yang tidak terpecahkan.

Untuk menyingkirkan semua kemungkinan penyebab fisik, maka penderita harus sedini mungkin berkonsultasi dengan dokter. Ia harus pandai mengungkapkan dan memeriksa semua perasaan dan sikapnya terhadap seks dan pasangannya. Untungnya dengan bantuan dokter yang kompeten penyakit ini dapat diatasi.

“Saya sangat tertarik dengan istri saya yang setiap kali bercinta selalu merangsang saya dengan tingkah yang seksi sekali. Ahh membuat saya sangat bergairah. Tapi saya memiliki masalah berat. Saya susah sekali ejakulasi,” ungkap Jeffry, 30 tahun yang baru menikah selama 11 bulan. “Saya tidak mampu berejakulasi di dalam vaginanya”, jelasnya lagi.

Pada kenyataannya, Jeffry dapat berejakulasi setelah ia melakukan masturbasi. “Dulu, saya selalu pura-pura orgasme pada saat bercinta dengan istri saya. Setelah selesai bercinta dan melihatnya tertidur lelap, maka saya pergi ke kamar mandi dan bermasturbasi,” akunya.

Ketika Jeff mengaku, maka sang istri menjadi sangat bingung. “Saya sangat sedih dan merasa telah dikhianati. Jeff berbohong tentang suatu yang penting,” ungkap Misha, istri Jeffry. Setelah mengonsultasikan hal itu dengan dokter, diyakinkan bahwa hubungan yang telah mereka lakukan ternyata merupakan satu hubungan yang sehat dan gangguan orgasmik tersebut memiliki prognosis yang baik. Dalam beberapa bulan, Jeffry dan Misha dapat mengatasinya dan memperbaiki hubungan seksual mereka yang selama ini dirasakan hampa oleh Misha.

Jika Anda merupakan salah seorang yang menderita penyakit ini, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pemeriksaan lengkap pada dokter. Berceritalah dengan sejujurnya tentang segala kesulitan yang Anda alami, apa gejalanya, atau bantulah dokter dengan mengungkapkan kemungkinan-kemungkinan penyebab penyakit itu.

Kedua, jangan ragu dan takut menceritakan masalah ini dengan pasangan Anda. Anda akan sangat memerlukan bantuannya, dan mungkin dengan begitu, pasangan Anda juga dapat lebih menerima keadaan dan lebih tenang dengan ketenteraman diri Anda.

Biasanya gangguan ini tidak memerlukan pemeriksaan yang sulit, berbelit-belit dan tidak memerlukan terapi yang lama.

Karena itu janganlah ragu untuk menghubungi dokter dan berkonsultasi dengannya. Bila Anda dianjurkan untuk terapi, jangan takut, biasanya ini hanya membutuhkan waktu 10 sampai 12 sesi – tidak lebih. Dalam terapi, Anda akan belajar bagaimana mengadaptasi hubungan seksual sehingga dapat mencapai ejakulasi di dalam vagina pasangan Anda. Selain itu masalah psikologis Anda juga akan dengan mudah teratasi.

Sebagai contoh, seorang pria dapat belajar berejakulasi saat istrinya melakukan masturbasi dan menggunakan fantasi yang paling disukainya, bila ia dulu hanya dapat mengalami ejakulasi selama bermasturbasi sendiri. Kemudian, melakukan penetrasi dengan stimulasi gabungan antara tangan dan vagina, dan maju secara progresif ke dalam vagina sampai ia dapat berejakulasi.[snr-cn02]

Sumber: SuaraMerdeka




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: