Perselingkuhan, antara Kebutuhan dan Ancaman

Alkisah, bertempat di salah satu kafe, Agnes, karyawati perusahaan di kawasan Jalan Sudirman, terlihat asyik menceritakan kisah rumah tangganya kepada Danny, sahabatnya satu gedung kantor. Sambil terisak-isak, Agnes menceritakan kepedihan hatinya merasakan tingkah laku suaminya yang lebih mementingkan teman-teman sepergaulannya dibanding dengan dirinya. Apalagi, saat ini suaminya baru saja kena PHK. Kemarahan dan pelbagai umpatan kecemburuan adalah hal yang biasa diterima Agnes akhir-akhir ini.

Seperti tidak mau kalah, Danny juga mulai menceritakan mengenai pengalaman bersama istrinya. Menurut Danny, selepas kelahiran putra pertamanya, tabiat istrinya berubah 180 derajat. Jikalau dulu hanya soal kerapian yang menjadi omelan istrinya sehari-hari, kini istrinya mulai membatasi gerak-geriknya, termasuk soal ekonomi rumah tangga. Pengeluaran sedikit pun mulai kena omelan. Padahal, penghasilan tiap bulan, menurut Danny, bukan nilai yang kecil. Jangankan membeli home theater yang menjadi idamannya, beli radio Rp 100.000-an pun bisa menjadi masalah besar.

Ada keluhan lagi. Di tengah karier Danny yang mulai menanjak, istri tidak mau mengerti bahwa kehidupan sosial Danny dengan teman-teman sekantor maupun relasinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Toh nantinya akan bisa menghasilkan juga,” curhat Danny kepada Agnes.

Tentu “diskusi kecil” di atas tidak terjadi tiba-tiba. Minimal pertemuan kedua sejoli tersebut bukan merupakan kejadian yang pertama kali. Dimulai dari lirik-lirikan “tak sengaja” Danny dan Agnes setiap ketemu di lift kantor, berlanjut dengan saling menanyakan lantai kantor masing-masing.

Laju perkembangan teknologi informasi pun turut mempermudah kisah kasih pasangan imajiner kita kali ini. Seperti tidak ingin kehilangan tali kasih, komunikasi dua orang berlainan jenis itu dilanjutkan lewat chatting di komputer kantor masing-masing atau SMS-SMS-an selama jam kerja.

Dengan harga hand-phone dan SIM card yang sudah semakin murah, masing-masing merasa perlu menyediakan jalur khusus semacam red line mengutip kisah-kisah spionase. Akhir kisah itu sudah bisa ditebak, terserah kepada pembaca ingin dilanjutkan ke mana.

Perselingkuhan

Menurut dr Boyke dalam salah satu seminar yang diselenggarakan oleh RSIA Hermina Jatinegara, perselingkuhan adalah hubungan intim di luar nikah dengan lawan jenis. Selain itu, situasi kerja saat ini, seperti kemacetan jalanan, bus way, three in one, dan stres pekerjaan, membuat seorang pekerja kantor (karyawan/wati) dengan mudah “meninggalkan” pasangannya.

Sejak pukul 6.00 pagi sudah harus berada di jalan hingga pukul 8.00 malam baru kembali ke rumah. Suasana capek pun umumnya sudah menghinggapi sang pekerja ulet tersebut saat bertemu dengan pasangan di rumah. Rumah hanya dijadikan tempat beristirahat pada malam hari.

Dalam angan-angan, baik Danny maupun Agnes, sekembalinya dari kantor masing-masing akan disambut oleh pasangannya dengan mesra, seperti yang sering dilihat di sinetron atau telenovela.

Ternyata tidak demikian. Setelah berkutat dengan persoalan kantor, sekembalinya ke rumah, masalah rumah tangga pun antre untuk diselesaikan. Tetapi, ternyata bukan itu saja alasan berselingkuh.

Alasan Berselingkuh

Selain perselingkuhan bukanlah hal yang mudah terjadi secara instan, alasan untuk berselingkuh tidak seragam dan bermacam-macam. Lihat saja pemaparan dr Boyke dalam seminar yang dipandu oleh penulis. Menurut pakar seks tersebut, ada beberapa alasan (tunggal maupun kombinasi) bagi seseorang untuk melakukan perselingkuhan, yaitu sebagai berikut.

a. Pelarian emosional dari pasangan.

Karena sukar untuk berkomunikasi dengan pasangannya, bisa saja selingkuh dijadikan salah satu bentuk pelarian emosional. Kesukaran berkomunikasi itu bisa disebabkan oleh pelbagai hal, seperti kisah di awal cerita di atas.

b. Amarah atau dendam yang terpendam terhadap pasangan.

Jika ada sesuatu masalah yang tidak terselesaikan, bisa saja timbul marah hingga dendam terhadap pasangan. Apalagi, jika pasangan tersebut adalah orang yang superior (pencari nafkah). Perselingkuhan dianggap sebagai bentuk balas dendam tersebut.

c. Keingintahuan.

Budaya terus berkembang. Saat ini informasi soal hubungan seks dan variasinya bisa diperoleh di mana-mana. Tulisan-tulisan soal pesta-pesta seks, tempat-tempat hot, dan lain-lain bisa diperoleh dari gelap-gelapan hingga terang-terangan. Bagi produsen informasi, hal itu bisa meningkatkan keuntungan secara cepat. Keingintahuan bagaimana rasanya berhubungan seks dengan orang (ras, etnis, dan lain-lain) tentu menantang petualang cinta. Umumnya yang berperan dalam keadaan itu adalah teman sekelompoknya (peer group).

d. Dorongan ego.

Memang sudah dari sononya, si pelaku mempunyai ego yang besar untuk bertualang.

Penyakit Hubungan Seksual akibat Selingkuh

Sayang, kegiatan selingkuh bukan merupakan kegiatan yang nikmat saja. Di balik perselingkuhan tersimpan potensial bahaya. baik psikologis maupun fisik/jasmani. Contoh, penyakit-penyakit yang disebut dengan penyakit hubungan seksual seperti yang diungkap dr Boyke berikut.

a. Sifilis yang sadis

Penyebab penyakit sifilis adalah parasit Treponema palidum yang menyerang selaput lendir (mukosa) pelbagai organ tubuh termasuk mukosa anus, kemaluan, mulut, dan lain-lain. Masa inkubasi adalah 3-4 minggu. Gejala yang dirasakan adalah timbulnya luka (tukak) pada vulva. Pada keadaan menahun (kronis) manifestasinya menjadi bermacam-macam, dimulai dari kemerahan di kulit sampai adanya gumma.

b. Herpes genitalis yang terus melekat

Penyebabnya adalah virus Herpes dengan masa inkubasi 2-10 hari. Gejala yang dijumpai yaitu adanya vesikel (gelembung kecil pada kulit) yang berkelompok dengan dasar kemerahan yang bersifat hilang timbul. Dapat pula disertai rasa nyeri dan rasa gatal. Penyakit itu berhubungan pula dengan terjadinya keganasan (kanker) pada rahim.

c. Gonore yang bernanah

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Neisseria gonore dengan masa inkubasi 3-10 hari. Pada keadaan akut, ditandai dengan gejala rasa perih saat buang air kecil dan adanya keputihan yang agak kental. Pada keadaan menahun (dibiarkan atau tidak diobati sampai sembuh tuntas), infeksi dapat menjalar ke rahim, saluran telur, dan indung telur.

Kalau sudah sampai seperti itu, tentu kemandulan bisa terjadi. Pada keadaan itu biasanya hanya ada gejala keputihan yang tidak jelas, bahkan tanpa gejala apa-apa. Delapan puluh lima persen perempuan yang terkena gonore tidak memberi gejala apa-apa dan dapat menjadi sumber infeksi pada pasangan seksnya untuk jangka waktu yang lama.

d. Klamidia yang sulit dideteksi

Penyebab penyakit ini adalah C. trachomatis, yaitu penyakit akibat hubungan seks yang tersering dijumpai akhir-akhir ini. Gejalanya tidak khas, biasanya ditandai dengan keputihan yang berwarna kuning disertai rasa sakit saat buang air kecil. Pemeriksaan untuk mengetahui keberadaan bakteri Klamidia sangat mahal dan sulit.

e. Trikomonas yang “membakar”

Penyebabnya adalah parasit (protozoa) Trichomonas vaginalis, dengan gejala perdarahan pascasanggama, perasaan terbakar di seputar vagina, gatal seputar kemaluan maupun keputihan yang berbau. Biasanya ditularkan oleh pasangan seksnya.

f. Kondiloma akuminata,

si “Jengger Ayam”

Penyebabnya adalah virus papiloma (HPV) yang jenisnya berbeda dengan jenis penyebab kanker leher rahim (baca artikel utama di halaman ini). Gejala yang dirasakan adalah gatal-gatal sekitar vagina disertai pertumbuhan mirip “bunga” atau “jengger ayam” pada vagina, vulva, dan perineum. Virus ini seperti virus HPV jenis yang lain, sukar dihilangkan dari tubuh pengidap, sehingga penyakit itu sering timbul berulang.

g. Gardnella vaginosis yang berbau

Penyebabnya adalah Gardenella vaginalis, sejenis kuman gram negatif. Gejala yang umum diderita adalah keputihan dengan warna abu-abu yang berbau. Sering ditemukan bersama dengan infeksi trikhomoniasis.

h. AIDS yang “terkutuk”

Penyebabnya adalah HIV yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dengan masa inkubasi 5-10 tahun. Golongan berisiko tinggi terkena AIDS adalah mereka yang melakukan hubungan seks vaginal atau anal tanpa dilindungi kondom dengan partner yang tertular virus AIDS.

Gejala yang dirasakan biasanya berhubungan dengan menurunnya daya tahan tubuh penderita (kekebalan) sehingga memudahkan terjadinya infeksi oleh berbagai mikroorganisme (parasit, kuman, virus, dan lain-lain) dan kanker yang oportunistik seperti infeksi jamur di esofagus, paru-paru (adanya Sarkoma kaposi, dan lain-lain.). Selain melalui hubungan seksual, saat ini AIDS sering menular akibat penggunaan alat-alat suntik secara bersama-sama pada pengguna Napza/Narkoba.

Agar rumah tangga bisa terus bertahan, perlu meningkatkan interaksi kualitas dengan pasangan kita. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

* Mencoba memahami karakter pasangan masing-masing.

* Mencoba memahami kebiasaan pasangan masing-masing.

* Dalam ikatan perkawinan, selayaknya setiap yang terlibat di dalamnya harus memahami cinta dan seks, lebih banyak memberi toleransi dan perhatian serta memudahkan komunikasi bagi setiap pasangannya.

(Sumber: Seminar “Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Melalui Gairah & Potensi Seks” Minggu, 15 Februari 2004 Auditorium Kolese Kanisius Jakarta)

dr “Internet” Erik Tapan

dr_erik_tapan@yahoo.com




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: