Alasan Pria Menunda Pernikahan


Membina rumah tangga merupakan impian banyak orang. Meskipun pernikahan itu indah, namun masih banyak lelaki yang harus berpikir berkali-kali untuk menyudahi masa lajangnya.

Memang banyak lelaki yang melakukan hal tersebut, dibandingkan dengan perempuan yang siap berkomitmen saat menjalani hubungan. Lelaki cenderung menikmati masa menjadi lajang dan menunda untuk menjalin komitmen serius dengan perempuan selama mungkin.

Perilaku lelaki ini kemudian menimbulkan anggapan dari kaum perempuan bahwa lelaki cenderung tidak suka menjalin komitmen serius. Atau, lelaki baru terpikir tentang hal tersebut saat usia telah mencapai pertengahan tiga puluh dan

saatnya untuk memiliki keturunan dan mencari sosok perempuan untuk merawat mereka.

Apakah benar begitu? Apa yang menyebabkan lelaki sekarang tidak seperti zaman dulu yang bersedia menikah saat usia muda? Apa yang membuat lelaki jaman sekarang tidak terlalu terburu-buru untuk mencari pasangan hidup dan membina keluarga?

1. Tekanan sosial

Tekanan sosial masyarakat akan pernikahan kepada kaum lelaki tidak sebesar kepada kaum perempuan. Selain itu, budaya yang berkembang saat ini memungkinkan para lelaki mendapatkan seks tanpa harus menjalin komitmen atau menikahi seorang perempuan.

2. Kebebasan

Secara alamiah lelaki cenderung menjauhi hal-hal yang mengancam kebebasan. Mereka menunda selama mungkin untuk menikah karena mereka belum siap untuk keluar dari zona nyaman dan masuk pada kehidupan berkomitmen yang dipandang sebagai kehidupan penuh kompromi, tanggung jawab dan pengorbanan.

3. Memiliki rumah

Berumah tangga identik dengan memiliki rumah sendiri. Ketika seorang lelaki memutuskan untuk menikah, ia ingin membina

kehidupan berkeluarga yang tenang tanpa kecemasan finasial atau tanpa direcoki pihak ketiga. Ini adalah alasan yang paling sering dikemukakan lelaki.

4. Keputusan yang tepat

Mereka ingin memastikan bahwa mereka telah membuat keputusan tepat dan tidak menyesalinya.

Jika pasangan Anda takut berkomitmen lebih jauh, ada baiknya Anda berdua membiacarakan hal ini dengan serius. Tanyakan tentang kesediaannya untuk segera bertemu dengan keluarga. Namun, bila tidak ada respon yang baik dan pasangan selalu beralasan maka anda juga perlu untuk mengambil sikap. Apalagi bila usia Anda sudah tak lagi muda.


Sumber: SuaraMerdeka




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: